Latar Belakang
Buah pisang merupakan pakan hewan yang
lezat dan bernilai gizi tinggi. Secara
sederhana, kulit buah pisang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan
alkohol, termasuk anggur, karena disamping gula, juga mempunyai arome yang
menarik/ khas. (Munajim, 1984). Selain dari itu, kulit buah pisang dapat diolah
menjadi cuka kulit pisang. Kulit pisang merupakan limbah yang dapat menjadi
bahan baku pembuatan etanol, karena banyak mengandung karbohidrat dengan
melalui tahap hidrolisis asam dan fermentasi menggunakan mikroogranisme.Etanol
merupakan cairan hasil proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat (pati)
menggunakan bantuan mikroorganisme, (Dewati, 2008). Mikroorganisme yang banyak
digunakan untuk mengkonversi glukosa menjadi etanol adalah Saccharomyces cerevisiae.
Menurut (Schlegel, 1994 dalam Martiningsih, 2007) kebutuhan etanol semakin
bertambah dengan semakin banyaknya pabrik-pabrik farmasi dan sekolah farmasi
maupun kimia di Indonesia yang menggunakan etanol. Etanol dalam bidang industri
dapat digunakan sebagai bahan bakar, alat pemanas, penerangan atau pembangkit
tenaga, pelarut bahan kimia, dan obat-obatan. Berdasarkan hal ini, maka
peneliti akan memanfaatkan limbah kulit pisang raja yang tidak dimanfaatkan
lagi oleh masyarakat menjadi etanol dengan cara hidrolisis dan fermentasi
menggunakan Saccharomyces cerevisiae. Selulosa merupakan polisakarida
yang terdiri atas satuan-satuan glukosa yang terikat dengan ikatan
β-1.4-glikosidik dan dapat diubah menjadi glukosa dengan cara hidrolisis asam,
(Groggins, 1985 dalam Soeprijanto, 2008).
1.
2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana
cara pembuatan etanol dengan cara fermentasi dari buah pisang raja ?
2. Bagaimana
cara pemisahan etanol dengan cara destilasi ?
1. 3TUJUAN
Untuk mengetahui cara fermentasi etanol
dari pisang raja.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2. 1 Fermentasi
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara
umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik,
akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi
sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan
tanpa akseptor elektron eksternal
2.2 Gula
Gula
adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi
adalah etanol, asam laktat,
dan hidrogen. Akan
tetapi beberapa komponen lain dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam
butirat dan aseton. Ragi dikenal sebagai bahan yang umum
digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan
etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya.
2.3 Etanol
Etanol
disebut juga etil-alkohol/ alkohol saja, adalah alkohol yang paling sering
digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena sifatnya yang tidak beracun bahan
ini banyak dipakai sebagai pelarut dalam dunia farmasi dan industri makanan dan
minuman. Bahan ini dapat memabukkan jika diminum. Etanol sering ditulis dengan
rumus EtOH. Rumus molekul (RM) etanol adalah C2H5OH /
rumus empiris (RE) C2H6O. Etanol dapat digunakan sebagai
bahan bakar untuk mobil, baik sendiri (E100) dalam mesin khusus / sebagai
tambahan bensin.
2.4 Pisang Raja
Pisang Raja merupakan
salah satu buah tropikal yang banyak sekali tumbuh di wilayah Asia Tenggara
termasuk Indonesia dan Malaysia. Buah yang satu ini cukup populer karena
rasanya yang tergolong sangat manis bila dibandingkan dengan buah pisang
lainnya. Tidak hanya rasa manisnya saja yang membuat pisang raja digemari,
kandungan Vitamin C dan Vitamin A yang tinggi membuat buah ini menjadi
primadona. Vitamin C dan Vitamin A yang terkandung dalam buah ini merupakan
anti oksidan yang sangat baik untuk mengurangi dampak radikal bebas dan
mencegah kanker.
2.5
Destilasi
Destilasi adalah suatu proses pemisahan
yang sangat penting dalam berbagai industri kimia. Operasi ini bekerja untuk
memisahkan suatu campuran menjadi komponen-komponennya berdasarkan perbedaan
titik didih. Destilasi ini selalu digunakan untuk memisahkan minyak bumi
menjadi fraksi-fraksinya, memisahkan suatu produk kimia dari pengotornya, dan
sangat diperlukan dalam industri obat-obatan. Destilasi merupakan suatu
perubahan cairan menjadi uap dan uap tersebut didinginkan kembali menjadi
cairan. Unit operasi destilasi merupakan metode yang digunakan untuk memisahkan
komponen-komponennya yang terdapat dalam salah satu larutan atau campuran dan
bergantung pada distribusi komponen-komponen tersebu antara fasa uap dan fasa
air. Syarat utama dalam operasi pemisahan komponen-komponen dengan cara
destilasi adalai komposisi uap harus berbeda dengan komposisi cairan dengan
terjadi keseimbangan larutan-larutan, dengan komponen-komponennya cukup dapat
menguap.
Tahap
destilasi
1. Evaporasi : memindahkan pelarut sebagai uap dari cairan
2. Pemisahan uap-cairan didalam kolom dan untuk memisahkan komponen dengan titik didih lebih rendah yang lebih mudah menguap komponen lain yang kurang volatil.
3. Kondensasi dari uap, serta untuk mendapatkan fraksi pelarut yang lebih volatil.
1. Evaporasi : memindahkan pelarut sebagai uap dari cairan
2. Pemisahan uap-cairan didalam kolom dan untuk memisahkan komponen dengan titik didih lebih rendah yang lebih mudah menguap komponen lain yang kurang volatil.
3. Kondensasi dari uap, serta untuk mendapatkan fraksi pelarut yang lebih volatil.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Alat
a. Baskom
b. Sendok
c. Plastic
d. Kain
e. karet
3.2 Bahan
a.
Pisang
Raja
b.
Pupuk
Urea 0,5 kg
c.
Pupuk
TSP 0,5 kg
d.
Ragi
Tempe
3.3 Metode
a.
Buah
dihancurkan dan ditumbuk didalam wadah sampai lumat dan halus sambil diaduk
dengan sendok
b.
Tambahkan
2 sendok makan pupuk urea dan 1 sendok makan pupuk tsp ke dalam bubur buah tadi
c.
Haluskan
2 butir ragi tape dan aduk sampai homogen
d.
Tutup
wadah dengan plastik dan diikat dengan karet
e.
Letakkan
ditempat yang gelap dan aman selama 3 hari (72 jam) agar terjadi fermantasi
f.
Setelah
3 hari wadah dibuka , fermentasi yang berhasil akan mengeluarkan aroma yang
harum
g.
Air
dan ampasnya dipisahkan dengan cara memeras dengan kain
h.
Hasil
pemerasan itu adalah air yang bercampur dengan alcohol
i.
Untuk
memisahkan air dengan alkohol atau untuk memperoleh alkohol murni maka diadakan
destilasi atau penyulingan
j.
Hasil
penyulingan adalah alkohol murni atau Bioethanol


3.4 Metode Destilasi
1.
Dirangkai alat distilasi sederhana.
2. Dimasukkan cairan hasil fermentasi tape ketan kedalam
kaleng distilasi.
3.
Dimasukan air es atau es batu kedalam kondensor yang telah di buat.
4. Dipanaskan dengan menggunakan
kompor listrik atau yang lainnya.
5. Diamati proses distilasi selama berlagsung.
5. Diamati proses distilasi selama berlagsung.
3.5 Data
Pengamatan
Dari pengamatan fermentasi pisang raja yang
kami buat bentuknya encer, ada endapan di dasar botol, dan menghasilkan bau
seperti alkohol.
3.6 Pembahasan
Dari praktikum pembuatan alkohol dengan
cara fermentasi buah pisang raja menghasilkan bau alkohol karena di sebabkan
oleh bakteri Saccharomyces cerevisiae. Pisang raja mengandung glukosa
yang cukup banyak sehingga dapat di buat untuk fermentasi alkohol. Pada saat
destilasi kami kesulitan untuk memasang rangkaian alatnya karena baru pertama
kali memasang.
3.7 Kesimpulan
Dari praktikum ini kita dapat membuat
fermentasi pisang raja untuk menghasilkan alkohol, kita juga dapat melakuan
cara pemisahan alkohol dengan air dengan cara destilasi.
DAFTAR PUSTAKA
3.
Pemanfaatan-Limbah-Kulit-Pisang-Menjadi-Etanol-Dengan-Cara-Hidrolisis-dan-Fermentasi-Menggunakan-Saccharomyces-cerevisiae-Penulis2
Pisangnya berapa buah bos?
BalasHapusSayang alat destilasinya ga ada gambar minimal cara kerjanya lebih detail akan lebih mudah di pahami
BalasHapusCasino site for UK players | Lucky Club
BalasHapusCasino site for UK players | Lucky Club – Bet online. The minimum deposit for the bonus is £10. luckyclub.live So, just place the first deposit and you will receive £10 in bonus money
Casino Rewards | JTM Hub
BalasHapusJTM Rewards 보령 출장마사지 is a new casino loyalty program that allows you to earn rewards 문경 출장샵 by giving you points that you have earned 동해 출장샵 over 여수 출장샵 the course of your 창원 출장샵 career. If you